14+ Bagian-Bagian Sel Tumbuhan Beserta Fungsi dan Penjelasannya

14+ Bagian-Bagian Sel Tumbuhan Beserta Fungsi dan Penjelasannya

Bagian-bagian el tumbuhan – Sel tumbuhan merupakan bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Berbeda dengan sel organisme eukariotik lain, sel tumbuhan memiliki struktur dan bagian-bagian yang berbeda.

Pada sel tumbuhan terdapat beberapa organel yang hanya ada pada sel tumbuhan, sebut saja seperti dinding sel, vakuola, plasmodesmata, dan plastida. Bagian-bagian itu jugalah yang menjadi perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan yang paling mendasar.

Terdapat tipe-tipe sel tumbuhan yang bervariasi mulai dari tipe sel parenkim, tipe sel kolenkim, hingga tipe sel skelerenkim. Sel parenkim berfungsi untuk untuk menyokong berdiri nya suatu tumbuhan dan merupakan dasar bagi semua struktur dan fungsi pada tumbuhan.

Sel kolenkim tersusun atas sebagai berkas atau silinder dekat permukaan korteks pada batang tumbuhan dan tangkai daun serta sepanjang tulang daun besar pada helai daun. Sedangkan sel skelerenkim membentuk sebuah kumpulan sel yang berkesinambungan atau berupa berkas yang ramping.

(baca juga bagian-bagian sel hewan)

bagian-bagian sel tumbuhan

Bagian-Bagian Sel Tumbuhan

Lantas apa saja bagian-bagian yang menyusun sel tumbuhan dan fungsinya? Berikut ini akan dibagikan penjelasan mengenai apa saja bagian-bagian sel tumbuhan beserta fungsi dan ciri-cirinya.

1. Membran Sel

Bagian-bagian sel tumbuhan yang pertama adalah membran sel. Membran sel merupakan lapisan terluar yang menyelubungi seluruh badan sel tumbuhan. Membran sel mempunyai sifat selektif permeabel, yang berarti hanya dapat dilalui oleh zat-zat tertentu seperti asam amino dan glukosa.

Membran sel terdiri atas 2 macam yaitu fosfolipid dan protein. Fungsi membran sel adalah untuk melindungi bagian dalam sel dan membatasinya dengan lingkungan di luar sel, serta untuk mengatur keluar masuknya zat dari dan menuju sel.

2. Dinding Sel

Berikutnya ada bagian dinding sel. Dinding sel adalah bagian yang ada pada sel tumbuhan, namun tidak ditemui pada sel hewan, sehingga jadi salah satu perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan yang utama. Dinding sel sebagian besar terbentuk dari polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting)

Adapun fungsi dinding sel pada tumbuhan adalah untuk memberikan bentuk sel tumbuhan, melindungi bagian dalam sel dari pengaruh lingkungan dan menjaga sel tumbuhan agar tidak pecah akibat masuknya air secara berlebihan.

3. Plasmodesmata

Plasmodesmata adalah sebuah saluran terbuka pada dinding sel tumbuhan melalui benang sitosol yang terhubung dari setiap sel-sel tetangganya. Sitoplasma lewat melintasi plasmodemata dan menghubungkan kandungan hidup sel yang bersebelahan.

Plasmodesmata tampak seperti terowongan yang terjadi dari perluasan membran plasma dari sejumlah sel yang bersebelahan dan berisi sebuah tabung berdiameter lebih kurang 40 nm.

4. Vakuola

Bagian sel tumbuhan berikutnya adalah vakuola. Vakuola merupakan sebuah ruang dalam sel yang berisi cairan yang berupa rongga yang diselaputi dengan membran. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.

Fungsi vakuola antara lain adalah sebagai tempat menyimpan zat-zat makanan seperti protein dan zat gula yang di dalamnya tersimpan pigmen daun, daun, dan buah, juga untuk mengatur tekanan di dalam sel, menstabilkan tingkat nilai ph, serta untuk mengisolasi zat sisa-sisa metabolisme sel.

5. Plastida

Plastida adalah salah satu dari organel pada sel-sel dalam tumbuhan dan alga. Organel ini paling dikenal dalam bentuknya yang paling umum, yakni kloroplas yang juga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Bagian plastida hanya dimiliki oleh sel tumbuhan saja.

Plastid dalam sel dikenal dalam berbagai bentuk, di antaranya yaitu kloroplas, kromoplas, leukoplas, proplastid, amiloplas, etioplas, dan elaioplas. Tiap bentuk tentu memiliki ciri-ciri dan fungsi masing-masing, meski yang paling dikenal adalah kloroplas.

6. Badan Golgi

Badan golgi merupakan sebuah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Organel ini juga sering disebut dengan istilah aparatus golgi, kompleks golgi atau diktiosom. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi

Sebagai alat eksresi pada sel yang di dalamnya terjadilah sebuah proses perubahan dari enzim yang tidak aktif menjadi enzim aktif. Sebagai tempat penyimpanan sekunder protein dan juga zat-zat lain yang berasal dari retikulum endoplasma.

7. Ribosom

Ribosom merupakan salah satu dari organel yang berukuran kecil dan padat dalam sel yang berfungsi untuk tempat sintesis protein. Ribosom sendiri mengandung asam ribonukleat (RNA) sebanyak 60% dan protein sebanyak 40%.

Terdapat dua jenis ribosom yakni ribosom terikat dan ribosom bebas. Ribosom terikat pada umumnya bergabung dengan retikulum endoplasma. Ribosom berfungsi untuk dapat memproduksi dan mensintesis zat protein yang ada dalam sel.

8. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan bagian sel yang terdiri dari sistem membran. Organel ini merupakan bagian dari sistem endomembran dan merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.

Fungsi retikulum endoplasma adalah untuk membentuk lemak dan steroid. Sel-sel yang sebagian besar terdiri dari retikulum endoplasma halus terdapat di beberapa organ seperti hati. Ribosom juga merupakan tempat proses pembentukan protein terjadi di dalam sel. 

9. Mitokondria

Mitokondria merupakan organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel pada makhluk hidup. Selain itu, organel ini juga memiliki fungsi seluler lain, seperti metabolisme asam lemak, biosintesis pirimidina, homeostasis kalsium, transduksi sinyal seluler, dan penghasil energi.

Mitokondria memiliki bentuk bulat lonjong yang ada di dalam sitoplasma sel tumbuhan. Mitokondria memiliki dua bagian yakni membran dalam dan membran luar. Membran dalam yang bentuknya berbelit-belit seperti labirin yang disebut dengan krista.

10. Mikrotubulus

Mikrotubulus merupakan organel sel yang  terdapat di dalam sitoplasma semua sel eukariot. Bentuk miktrotubulus berupa sebuah silinder yang panjang dan berongga dengan diameter luarnya kira-kira 25 nm dan diameter dalamnya kurang lebih 12 nm.

Fungsi mikrotubulus antara lain adalah untuk menjaga tekanan di dalam sel dan membantu replikasi kromosom. Selain itu, mikrotubulus juga berfungsi sebagai media transportasi zat.

11. Mikrofilamen

Mikrofilamen atau filamen aktin merupakan sebuah bagian dari kerangka sel yang termasuk sebagai sitoskeleton dan juga berbentuk tabung panjang padat.  Bentuknya berupa batang padat berdiameter sekitar 7 nm dan tersusun dari protein aktin, yakni sebuah protein globular.

Organel sel ini tersusun dari benang-benang yang terbuat dari beberapa kumpulan molekul protein dan aktin. Adapun fungsi mikrofilamen adalah sebagai kerangka yang dapat mempertahankan bentuk sel supaya tidak berubah-ubah.

12. Lisosom

Bagian sel tumbuhn selanjutnya adalah lisosom. Lisosom merupakan sebuah organel sel yang berupa kantong terikat membran dan berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler di berbagai keadaan.

Komposisi lisosom terdiri dari membran lisosom dan enzim hidrolitik. Enzim hidrolitik dibuat pada retikulum endoplasma, yang mengalami pemaketan di badan golgi dan kemudian ke endosom lanjut yang nantinya akan menjadi lisosom.

13. Hyaloplasma

Bagian sel tumbuhan selanjutnya adalah bagian hyaloplasma. Hyaloplasma merupakan organel sel berupa sebuah cairan yang sedikit kental pada sitoplasma. Cairan Ini mengandung protein, lemak, nukleotida, tRNA, gula, kation, dan anion.

Hyaloplasma ini adalah rumah organel sel, sitoskeleton, dan parameter plasma. Ketika dilihat dalam mikroskop cahaya dan elektron, hyaloplasma muncul sebagai substansi amorf tanpa struktur. 

14. Nukleus

Bagian sel tumbuhan yang terakhir adalah nukleus yang merupakan inti sel. Organel sel ini terletak di dalam sel eukariotik dan merupakan organel sel yang sangat unik dan penting serta mengandung materi genetik yang berbentuk DNA (deoxyribonucleic acid).

Di dalam DNA biasanya terdapat informasi tentang genetik yang berbetuk polinukleotida. Fungsi nukleus antara lain adalah untuk mengkoordinasi proses metabolisme, misalnya pertumbuhan sel, pembelahan sel, dan sintesis protein.

Nah itulah bagian-bagian sel tumbuhan beserta pengertian, fungsi, ciri-ciri, dan penjelasannya lengkap. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagian-bagian sel tumbuhan.

Tinggalkan komentar