Bagian-Bagian Sel Hewan Lengkap Beserta Fungsi dan Penjelasannya

Bagian-Bagian Sel Hewan Lengkap Beserta Fungsi dan Penjelasannya

Bagian-Bagian Sel Hewan Lengkap Beserta Fungsi dan Penjelasannya – Struktur sel hewan terdiri dari organel organel dan bagian bagian yang masing masing memiliki peran dan fungsi yang penting. Sel sendiri adalah unit dasar kehidupan. Sel merupakan unit yang terkecil dalam kehidupan yang tidak berdiri sendiri untuk menyusun kehidupan.

Sedangkan pengertian sel hewan yaitu sebuah unit sel yang menyusun bagian tubuh dari binatang (kingdom animalia). Sel-sel hewan terdiri berbagai ukuran dan memiliki bentuk yang tidak beraturan, hal ini dikarenakan sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sebagian besar sel-sel hewan mempunyai ukuran sangat kecil berkisar antara 1 sampai 100 mikrometer dan hanya terlihat dengan bantuan mikroskop.

Sel-sel hewan termasuk eukariotik dan memiliki batas luar yang dikenal sebagai membran plasma. Namun Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan biasanya mereka memiliki vakuola yang

Sebagian besar sel hewan memiliki minimal tiga bagian utama, yaitu inti sel, membran sel dan sitoplasma. Inti dan organel sel hewan terikat oleh membran sel. Inti sel berfungsi mengarahkan semua aktivitas sel. Inti sel dapat dianggap senagai otak dari suatu sel. Membran sel pada sel hewan berfungsi untuk melindungi sel-sel hewan. Sedangkan sitoplasma berfungsi untuk membantu memberikan bentuk sel dan membuat organel di tempat yang benar.

Organel sel hewan sendiri memiliki berbagai macam fungsi diantaranya sebagai produksi enzim untuk menyediakan energi bagi sel. Dan untuk memudahkan dalam memahami sel hewan, maka kita harus mengetahui bagian bagian sel hewan, dimana satu sel dengan sel lainnya saling bersinergi.

Secara umum bagian-bagian sel hewan terdiri dari membran sel, sitoplasma, nukleus, peroksisom, membran plasma, ribosom, reticulum endoplasma (RE), lisosom, mitokondria, badan mikro, sitoskeleton, badan golgi, sentriol, nukleoplasma, mikrofilamen, mikrotubulus, dinding sel (hanya sel tanaman), vakuola dan kloroplast (sel tumbuhan saja). Masing maisng organel sel hewan ini memiliki fungsinya tersendiri dalam menopang dalam kehidupan sel.

Bagian-Bagian Sel Hewan Beserta Fungsi dan Penjelasannya

Bagian Bagian Sel Hewan dan Fungsinya

Dan langsung saja untuk dapat memahami organel sel pada hewan, simak berikut ini daftar 16 bagian bagian sel hewan lengkap beserta penjelasan dan fungsinya.

1. Membran Sel

Membran sel merupakan pembungkus sel paling luar yang tersusun atas protein (lipoprotein) dan lemak (lipid). Bagian sel ini berperan untuk mengatur mineral dan nutrisi yang masuk dan keluar sel. Fungsinya adalah :

  • Mengatur keluar masuk nutrisi dan mineral
  • Sebagai pembungkus / pelindung sel
  • Menerima rangsangan dari luar
  • Tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia

2. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel) dan organel, serta sitoplasma terdiri atas protein material dan air. Sitoplasma bersifat koloid kompleks yakni tidak cair dan tidak padat yang dapat berubah tergantung konsentrasi air, jika konsentrasi air rendah akan menjadi padat lembek disebut gel, sedangkan jika konsentrasi air tinggi akan menjadi encer disebut sol. Sol ialah keadaan dimana kosentrasi air meningkat sehingga mengakibatkan koloid encer. Sedangkan gel ialah keadaan dimana koloid bersifat lembek karena rendahnya kosentarasi air. Fungsinya adalah :

  • Sebagai sumber bahan kimia sel
  • Tempat berlangsungnya metabolisme sel

3. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma (RE) menjadi bagian sel hewan terbesar kedua setelah mitokondria. Reticulum endoplasma merupakan organel yang tersusun oleh membrane yang terbentuk seperti jaring-jaring. Letak RE memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma) sehingga disebut sebagai reticulum endiplasma lanjutan dari membrane nukleus hingga ke membrane plasma. Retikulum Endoplasma juga terdiri dari 2 macam, yaitu RE kasar dan RE halus. RE kasar berfungsi untuk memegang protein yang terbentuk di ribosom. Oleh karena itu RE kasar akan ditempeli oleh ribosom dan RE halus tidak ditempeli oleh ribosom. Fungsi retikulum endoplasma yaitu :

  • Sebagai tempat untuk menyimpan fospolipid, steroid dan glikolipid
  • sebagai saluran penghubung antara nukleus dengan bagian luar sel.
  • Sebagai tempat pengangkut sintesis, steroit dan lemak
  • Membantu detoksifikasi sel-sel berbahaya di dalam sel (REh)
  • Sebagai sintesis protein (Rek)

4. Mitokondria

Mitokondria adalah organel terbesar yang merupakan mesin dalam sel hewan. Mitokondria berbentuk mirip dengan cerutu yang memiliki dua lapis membran lekuk-lekuk dan dinamakan kritas. Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang berkisar antara 0,2-5 mikrometer dan memiliki diameter 0,5 mikrometer. Ruangan dalam mitokondria berisi cairan dan disebut matriks itokondria. Mitokondria disebut juga the power house sebagai penghasil energi dikarenakan oksigen dan glukosa saling berkombinasi dalam membentuk energi (ATP) yang diperlukan untuk metabolisme dan aktivitas seluler dalam organel. Mitokondria dalam bentuk tunggulnya disebut dengan mitokondrion. Mitokondrion adalah organel yang mengubah dari energi kimia ke energi yang lain.
Fungsi Mitokondria adalah :

  • Menghasilkan energi dalam bentuk ATP
  • Sebagai tempat respirasi aerob

5. Mikrofilamen

Mikrofilamen terbentuk dari protein, aktin dan miosin. Berbentuk mirip dengan mikrotubulus namun diameter mikrofilamen lebih kecil dan lebih lembut. Berbentuk panjang, tipis, dan berserat protein (terutama aktin). Mikrofilamen ditemukan di sebagian besar sel. Mikrofilamen mengikat protein memungkinkan mikrofilamen untuk mendorong dan menarik pada membran sel untuk membantu pergerakan sel. Gerakan dari membran sel, organel, dan sitoplasma adalah semua terkait dengan tubulus dan filamen. Fungsinya adalah :

  • Mikrofilamen bersama dengan mikrotubulus untuk membentuk struktur yang memungkinkan sel untuk menahan bentuknya, bergerak sendiri, dan bergerak organel-nya.
  • Semua mikrofilamen dan mikrotubulus bergabung membentuk sitoskeleton sel.
  • Mikrofilamen banyak ditemukan juga dalam jaringan otot untuk membantu sel otot relaksasi dan kontraksi.
  • Mikrofilamen mengikat protein memungkinkan mikrofilamen untuk mendorong dan menarik pada membran sel untuk membantu pergerakan sel.
  • Mikrofilamen memiliki peran dalam pergerakan sel, eksositosis dan endositosis.

6. Peroksisom (Badan Mikro)

Peroksisom merupakan kentong kecil yang berisi enzim katalase. Peroksisom terdapat pada sel hewan, fungi, dan daun tanaman tingkat tinggi untuk mengetahui letak peroksisom di dalam sel. Berfungsi menguraikan sisa metabolisme yang berupa peroksida (H2O2) yang bersifat toksik menjadi air dan oksigen yang berbahaya bagi sel. Peroksisom banyak terdapat di ginjal dan sel hati. Fungsi peroksisom:

  • Mengubah lemak menjadi karbohidrat
  • Berperan penting dalam penyerapan cahaya dan respirasi.
  • Menguraikan perokida (H2O2) menjadi air dan oksigen

7. Lisosom

Lisosom adalah organel berupa kantong terikat di membran yang berisi kandungan enzim hidrolitik yang digunakan dalam mengontrol pencernaan intraseluler di keadaan apapun. Lisosom ialah organel yang memiliki bentuk agak bulat dan dibatasi membran tunggal. Lisosom terdapat pada sel eukariotik. Fungsinya adalah :

  • Pemasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel dengan mekanisme endositosis
  • Mencerna materi dengan menggunakan fagositosis
  • Mengontrol pencernaan intraseluler
  • penghancuran organel sel yang telah rusak (autofagi)
  • pembebasan enzim keluar sel
  • menghancurkan senyawa karsinogenik

8. Mikrotubulus

Mikrotubulus terletak di dalam sitoplasma yang ditemui di sel eukariot. Berbentuk panjang berongga seperti silindris dengan diameter 12 nm dan diameter luar 25 nm. Terdiri dari tubulin, yaitu molekul yang berbentuk bulat protein globurat. Saat kondisi tertentu tubulin akan spontan membentuk silindris panjang berongga. Mikrotubulus memiliki sifat kaku. Fungsi mikrotubulus adalah

  • Melindungi sel
  • Memberi bentuk sel
  • Berperan dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol

9. Ribosom

Ribosom adalah organel sel yang padat dan kecil dengan diameter 20 nm yang terdiri atas 65%RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (Ribonukleoprotein atau RNP ) . Ribosom terletak di dalam sitoplasma sehingga hanya dapat kita lihat dengan bantuan mikroskop elektron. Ribosom bekerja dalam menerjemahkan mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (protein) dengan menggunakan asam amino yang dibawah tRNA pada saat proses translasi. Di dalam sel ribosom terikat pada retikulum endoplasma kasar (REk), atau membran inti sel. Fungsi Ribosom adalah :

  • Tempat berlangsngunya sintesis protein yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak.

10. Sentriol

Sentriol adalah struktur berbentuk tabung yang dapat ditemukan pada sel eukariota. Sepasang sentriol yang membentuk struktur gabungan disebut sentrosom. Sel tumbuhan tidak mempunyai sentriol walaupun sel hewan membelah tanpa sentriol. Sel hewan tanpa sentriol maka silia atau flagela tidak berkembang secara fungsional. Sentriol juga mengambil peran dalam pembelahan sel dan dalam pembentukan silia dan flagela. Sepasang sentriol yang membentuk struktur gabungan disebut dengan sentrosom. Fungsinya adalah :

  • Untuk mengontrol pembentukan benang-benang gelondong selama pembelahan sel.
  • Berperan membentuk silia dan flagela.

11. Badan Golgi

Badan golgi/aparatus golgi/kompleks golgi adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Badan golgi dapat ditemukan di semua sel eukariotik dan terdapat pada fungsi ekskresi, seperti ginjal. Badan golgi berbentuk kantong pipih yang berukuran kecil hingga besar dan terikat oleh membran. Setiap sel hewan memiliki 10-20 badan golgi. Fungsi Badan Golgi adalah :

  • Membentuk vesikula (kantung) untuk ekskresi
  • Untuk merakit mikro molekul yang kaya karbohidrat.
  • Sebagai pusat produksi, pergudangan, penyortiran dan pengiriman
  • Membentuk lisosom
  • Memproses protein
  • membentuk membran plasma

12. Nukleus

Nukleus merupakan inti sel yang mengendalikan dan mengatur aktivitas sel, sejak proses metabolisme hingga proses pembelahan sel. Nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks dan anak inti. Nukleus terdapat pada sel eukariotik dan mengandung DNA (Asam Deoksiribonukleat) dan kromosom. DNA terdiri dari nukleotida yang membantu dalam pembentukan protein pada proses translasi dan transkripsi. Hampir semua sel memiliki nukleus, karena nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel trombosi.

Fungsi nukleus adalah :

  • Untuk menjaga integritas gen-gen
  • Sebagai pusat kendali seluruh sel
  • Mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen
  • Menyimpan informasi genetik
  • Tempat terjadinya replikasi
  • Mengendalikan proses metabolisme dalam sel

13. Nukleoplasma

Merupakan protoplasma dalam inti, yang mengandung materi genetik >> kromosom (DNA) nucleolus, ditemukan dalam nukleus dan mengandung informasi genetik yang lebih banyak (RNA). Nukleoplasma berbentuk cairan padat yang berada di dalam inti sel (nukleus). Fungsi Nukleoplasma adalah :

  • Membentuk kromosom dan gen

14. Nukleolus

Nukleolus adalah daerah yang terdapat di dalam inti sel (nukleus) yang bertanggung jawab dalam pembentukan protein menggunakan RNA (Asam ribonukleat). Fungsinya adalah :

  • Bertanggung jawab dalam pembentukan protein

15. Sitoskeleton

Sitoskeleton merupakan organel sel berupa jalinan filamen-filamen protein dan bulu-bulu halus yang terletak antara nukleus dan membran. Sitoskeleton terbagi menjadi tiga jenis yakni mikrotubul, mikrofilamen dan filament intermediat. Fungsinya adalah :

  • Memberikan bentuk pada sel dan membantu pengangkutan bahan-bahan didalam sel.
  • Berperan dalam pergerakan sel dan organel-organel sel serta memberi dan menjaga bentuk sel.
  • Berfungsi sebagai rangka pada sel seperti halnya rangka pada tubuh manusia

16. Membran Inti

Membran inti adalah elemen struktural utama nukleus yang membungkus keseluruhan organel dan memisahkan antara sitoplasma dan daerah inti. Membran inti bersifat tak permeabel dengan sebagian besar molekul yang membuat nukleus membutuhkan pori inti sehingga nukleus dapat melintasi membran. Fungsi Membran Inti adalah :

  • Pelindung inti sel (Nukleus)
  • Tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma

Demikianlah artikel mengenai daftar 16 bagian bagian sel hewan lengkap beserta fungsi dan penjelasannya. Semoga informasi diatas bermanfaat dan bisa menjadi referensi ilmu pengetahuan untuk kita memahami apa saja bagian-bagian sel hewan yag benar.

Tinggalkan komentar