Tujuan GNB (Gerakan Non-Blok) dan Prinsip Dibentuknya GNB

Tujuan GNB (Gerakan Non-Blok) dan Prinsip Dibentuknya GNB

Tujuan GNB – Gerakan Non-Blok (disingkat GNB) merupakan suatu organisasi internasional yang tidak beraliansi dengan blok kekuatan besar mana pun. Tujuan GNB didirikan adalah untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan dan keamanan negara-negara non-blok.

Saat ini ada lebih dari 100 negra anggota GNB, termasuk juga Indonesia. Sejarah GNB dibentuk berawal dari maraknya kolonialisme, imprealisme, apartheid dan rasisme di masa lalu oleh kekuatan besar. Seperti diketahui bahwa saat itu ada dua blok kekuatan besar yakni Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet).

Latar belakang GNB (Gerakan Non-Blok) dimulai dari konferensi tingkat tinggi Asia-Afrika yang diadakan di Bandung, Indonesia di tahun 1955 lalu. Negara-negara yang tidak berpihak pada blok tertentu kemudian mendeklarasikan keinginan untuk tidak tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat-Timur.

Tokoh Pendiri GNB

Ada 5 tokoh pendiri GNB terdiri dari pemimpin dari 5 negara pendiri GNB yakni :

  1. Josip Broz Tito (presiden Yugoslavia)
  2. Soekarno (presiden Indonesia)
  3. Gamal Abdul Nasser (presiden Mesir)
  4. Pandit Jawaharlal Nehru (perdana menteri India)
  5. Kwame Nkrumah (presiden Ghana)

Anggota-anggota GNB merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir dua per tiga keangotaan PBB. Pertemuan GNB yang pertama diadakan di Beograd, Yugoslavia pada tahun 1961. Sedangkan konferensi GNB terakhir diadakan pada tahun 2003.

(baca juga tujuan PBB)

tujuan gnb gerakan non-blok

Tujuan Gerakan Non-Blok

Secara umum terdapat 4 tujuan utama GNB. Berikut merupakan 4 poin tujuan dibentuknya GNB (Gerakan Non-Blok) selengkapnya.

  1. Mendukung perjuangan dekolonisasi dan memegang teguh perjuangan melawan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, rasialisme, apartheid, zionisme.
  2. Merupakan wadah perjuangan sosial politik negara-negara yang sedang berkembang.
  3. Mengurangi ketegangan antara Blok Barat yang di pimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet.
  4. Tidak membenarkan usaha penyelesaian sengketa dengan kekerasan senjata.

Prinsip-Prinsip GNB

Pembentukan Gerakan Non-Blok dilandasi oleh beberapa prinsip dan asas GNB. Berikut penjelasan prinsip-prinsip dibentuknya GNB.

  • Mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan prinsip-prinsip universal tentang kesamaan kedaulatan, hak dan martabat antara negara-negara di dunia.
  • Kemerdekaan nasional, kedaulatan, integritas wilayah, persamaan derajat, dan kebebasan setiap negara untuk melaksanakan pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan politik.
  • Kemerdekaan dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah oleh bangsa lain.
  • Menghormati hak asasi manusia dan kemerdekaan yang fundamental.
  • Menentang imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, perbedaan warna kulit termasuk zionis dalam segala bentuk, serta menentang segala bentuk ekspansi, dominasi serta pemusatan kekuatan.
  • Menolak pembagian dunia atas blok atau persekutuan militer yang saling bertentangan satu sama lainnya menarik semua kekuatan militer asing dan mengakhiri pangkalan asing.
  • Menghormati batas-batas wilayah Internasional yang sah dan telah diakui serta menghindari campur tangan atas urusan dalam negeri negara-negara lain.
  • Menyelesaikan persengketaan secara damai.
  • Mewujudkan suatu tata ekonomi dunia baru.
  • Memajukan kerja sama internasional berdasarkan asas persamaan derajat.

Di era modern, organisasi Gerakan Non-Blok memang tidak terlalu memiliki pengaruh. Alasannya karena perang dingin antara blok timur dan blok barat telah usai seiring dengan runtuhnya Uni Soviet. Pertemuan terakhir GNB diadakan pada tahun 2003 lalu.

Nah itulah pembahasan tujuan GNB atau Gerakan Non-Blok beserta prinsip-prinsip dibentuknya GNB sampai saat ini. Sekian ilmu pengetahuan kali ini.

Tinggalkan komentar