Peran Indonesia dalam ASEAN dalam Berbagai Bidang [Terlengkap]

Peran Indonesia dalam ASEAN dalam Berbagai Bidang [Terlengkap]

ASEAN adalah organisasi antar negara-negara Asia Tenggara. Indonesia termasuk salah satu negara anggota ASEAN, bahkan Indonesia menjadi salah satu pendiri ASEAN. Ada juga beberapa peran Indonesia dalam ASEAN dalam bidang organisasi, ekonomi, sosial, budaya, HAM dan lain-lain.

ASEAN pertama berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok. Adapun 5 negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina. Selanjutnya ada 10 negara anggota ASEAN dimana 5 anggota lain adalah Brunei, Laos, Myanmar, Vietnam dan Kamboja.

Indonesia memiliki kepentingan yang tinggi untuk memastikan ASEAN menjadi organisasi yang kuat secara internal, dan dipertimbangkan secara serius oleh dunia internasional. Sebagai salah satu pendiri ASEAN, Indonesia memiliki banyak peran dan sumbangsih bagi organisasi ASEAN.

Sejak ASEAN berdiri tahun 1967, Indonesia tiga kali menjabat sebagai Ketua ASEAN yakni pada tahun 1976, 2003 dan 2011. Selain itu Indonesia juga 3 kali menjadi sekjen ASEAN. Terdapat banyak peran Indonesia dalam ASEAN lainnya dalam berbagai bidang.

(baca juga peran Indonesia dalam PBB)

peran indonesia dalam asean

Peran Indonesia dalam ASEAN

Berikut ini adalah beberapa peran Indonesia dalam organisasi ASEAN, baik sebagai pendiri, sebagai sekjen, sebagai tuan rumah KTT ASEAN serta peran lain di bidang ekonomi, sosial, budaya, HAM, maritim dan keamanan.

Peran Indonesia Sebagai Pelopor dan Pendiri ASEAN

  • Indonesia menjadi salah satu dari 5 negara pendiri ASEAN.
  • Indonesia tiga kali menjabat sebagai Ketua ASEAN yakni pada tahun 1976, 2003 dan 2011.
  • Indonesia menyelenggearakan KTT ASEAN yang pertama pada tanggal 23-24 Februari 1976 di Bali.
  • Indonesia menjadi pusat sekretariat ASEAN yang terletak di Jakarta.
  • Indonesia menjadi sekjen ASEAN yang pertama yakni H.R. Dharsono.

Peran Indonesia Menjadi Sekjen ASEAN

Indonesia telah dipercaya tiga kali menjabat sebagai sekretaris jenderal ASEAN dimulai dari H.R. Dharsono sebagai sekjen ASEAN yang pertama. Berikut nama-nama sekjen ASEAN asal Indonesia :

  • H.R. Dharsono (1977-1978)
  • Urmadi Nyotowijono (1978-1979)
  • Rusli Noor (1989-1992)

Peran Indonesia Sebagai Tuan Rumah KTT ASEAN

  • Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-1 yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Februari 1976 di Bali. Dihasilkan kesepakatan pembentukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta.
  • Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-9 yang dilaksanakan pada tanggal 7-8 Oktober 2003 di Bali. Dihasilkan kesepakatan pembentukan Komunitas ASEAN meliputi bidang ekonomi, sosial, budaya dan keamanan.
  • Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-18 yang dilaksanakan pada tanggal 4-8 Mei 2011 di Jakarta.
  • Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-19 yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 November 2011 di Jakarta. Dihasilkan kesepakatan tentang kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara, dikenal sebagai Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ)

Peran Indonesia dalam Penyelesaian Konflik di ASEAN

  • Pada tahun 1987, Indonesia turut berperan sebagai penengah saat terjadinya konflik antara Kamboja dan Vietnam kemudian berdamai.
  • Indonesia menjadi penengah konflik antara pemerintah Filipina dengan Moro National Front Liberation (MNFL) dimana keduanya berdamai setelah melakukan pertemuan di Indonesia.

Peran Indonesia Dalam Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, HAM dan Keamanan

  • Indonesia memberi gagasan untuk menghargai dan melindungi HAM.
  • Indonesia mengusulkan pembentukan komunitas keamanan ASEAN yang diusulkan pada penyelenggaraan KTT ASEAN IX di Bali.
  • Indonesia menganjurkan adanya pementasan kesenian atau budaya negara-negara ASEAN.
  • Indonesia menggelar pertemuan khusus tentang cara mengatasi bencana gempa bumi dan tsunami pada bulan Januari 2005.
  • Indonesia mendukung terbentuknya integritas perekonomian.
  • Indonesia berperan penting untuk memastikan sentralitas ASEAN, misalnya turut memprakarsai dikeluarkannya Joint Statement of the Foreign Ministers of ASEAN Member States on the Maintenance of Peace, Security and Stability in the Region pada bulan Juli 2016.
  • Indonesia menjalin kerjasama dalam bidang akademis dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
  • Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim, terutama dalam penanggulangan isu illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF).
  • Indonesia turut mendorong implementasi EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation yang diprakarsai Indonesia Indonesia dan disepakati tahun 2015.
  • Indonesia adalah negara pendorong upaya dan kerja sama penanggulangan terorisme, radikalisme dan violent extremism melalui implementasi ASEAN Convention on Counter Terrorism.
  • Indonesia menjadi inisiator pembentukan ASEAN Seaport Interdiction Task Force (ASITF) dengan menjadikan seaport sebagai daerah perbatasan pengawasan narkotika dan prekursor narkotika selain airport.
  • Indonesia telah menjadi driving force yang sangat diperhitungkan dalam rangkaian perundingan RCEP.
  • Indonesia berhasil meyakinkan disepakatinya Vientiane Declaration on Transition from Informal Employment to Formal Employment toward Decent Work Promotions untuk menghilangkan diskrimiansi di lingkungan kerja.
  • Indonesia terlibat aktif dalam upaya pengembangan start-up business melalui penguatan pilot project berupa inkubator pelatihan di bidang peningkatan produksi, akses pasar, akses finansial, dan pengembangan peraturan serta sumber daya manusia.
  • Indonesia mengusulkan kesepakatan zona bebas nuklir atau SEANWFZ.

Nah itulah peran-peran Indonesia dalam organisasi ASEAN dalam berbagai bidang, mulai dari organisasi, ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, HAM, keamanan, maritim dan lain sebagainya.

Tinggalkan komentar