10+ Faktor Penghambat Perubahan Sosial Beserta Penjelasannya

10+ Faktor Penghambat Perubahan Sosial Beserta Penjelasannya

Perubahan sosial sering terjadi di masyarakat sekitar. Kita bisa melihat contoh perubahan sosial budaya di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Terjadinya perubahan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor pendorong maupun faktor penghambat perubahan sosial.

Pengertian perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Sebelumnya telah dibahas mengenai faktor pendorong perubahan sosial, lantas bagaimanakah dengan faktor penghambatnya? Terdapat pula faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial di masyarakat baik dari segi pola pikir, kebiasaan, interaksi, ekonomi dan sebagainya.

(baca juga bentuk-bentuk perubahan sosial)

faktor penghambat perubahan sosial

Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Ada banyak faktor-faktor penghambat perubahan sosial meliputi faktor internal atau faktor eksternal yang mengambat terjadinya perubahan sosial budaya di kalangan masyarakat.

Adat Istiadat dan Kebiasaan

Salah satu faktor penghambat perubahan sosial yang utama adalah adanya adat istiadat, tradisi atau kebiasaan dalam masyarakat. Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perikelakuan bagi anggota-anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Adat kebiasaan ini sendiri tercermin dalam setiap pola perilaku masyarakat yang ada dalam masyarakat. Adat dan kebiasaan sudah terbiasa dilakukan atau dipakai sehingga sangat sulit untuk mengubahnya. Tak heran jika adat istiadat masyarakat justru menghambat terjadinya perubahan sosial budaya.

Sikap Masyarakat Tertutup (Konservatif)

Faktor penghambat berikutnya adalah konservatisme atau sikap masyarakat yang tertutup. Hal ini tentu kontras dengan sifat masyarakat terbuka yang justru menjadi faktor pendorong perubahan sosial. Sikap ini ditandai dengan pandangan kuat untuk memelihara nilai-nilai tradisional yang terancam akan adanya perubahan.

Bagi masyarakat konservatif, mempertahankan nilai-nilai tradisional lebih dipilih sebagai jalan yang layak diperjuangkan oleh kaum konservatif. Sikap ini membuat mereka menghindari atau bahkan menolak keras perubahan-perubahan sosial.

Hambatan Ideologi

Faktor penghambat perubahan sosial yang lainnya adalah hambatan ideologi. Seperti diketahui jika ideologi merupakan sesuatu yang sakral bagi sebagai kalangan. Perubahan sosial akan sulit terjadi jika berbenturan dengan ideologi atau paham yang diyakini oleh masyarakat tersebut,

Tiap unsur perubahan yang berkaitan dengan keyakinan masyarakat akan ditolak karena bertentangan dengan ideologi mereka. Contoh hambatan ideologi bisa dilihat di banyak kasus, dimana ideologi menghambat terjadinya perubahan sosial yang akan terjadi.

Ancaman Disintegrasi Masyarakat

Rasa khawatir akan terjadinya kegoyahan terhadap integrasi masyarakat juga mampu menghambat perubahan sosial di masyarakat. Ancaman disintegrasi masyarakat dirasa menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat menolak perubahan sosial.

Gerakan perubahan yang dirasa akan menyebabkan masyarakat terpecah atau memicu terjadinya konflik tentu akan ditolak. Bagi masyarakat, ancaman disintegrasi ini cukup menjadi alasan kuat untuk menolak perubahan sosial apapun bentuknya asal bisa memberi ancaman.

Prasangka Terhadap Hal-Hal Baru

Adanya prasangka terhadap hal-hal baru juga menjadi faktor penghambat perubahan sosial. Prasangka buruk atau prejudice tentu membuat masyarakat mempertimbangkan kemungkinan terburuk jika perubahan sosial terjadi sehingga mereka menolaknya.

Kekhawatiran dari sebagian masyarakat yang datang membuat mereka tidak menghendaki perubahan, yang kemudian memengaruhi kelompok yang lain. Hal ini membuat terjadinya perubahan sosial menjadi terhambat dan tidak terlaksana.

Kepentingan yang Tertanam Kuat

Faktor lain yang menghambat terjadinya perubahan sosial budaya adalah adanya kepentingan-kepentingan yang kuat atau dikenal dengan istilah vested interest. Hal ini meliputi kepentingan yang kuat untuk mempertahankan nilai-nilai lama yang sudah lama dianut.

Vested interest selalu berbenturan dengan upaya perubahan sosial yang akan dilakukan. Pada tiap contoh kasus, harus didalami dan dicari solusinya agar perubahan sosial dapat terjadi tanpa merusak atau menghilangkan kepentingan-kepentingan tersebut.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Lambat

Salah satu yang mendorong perubahan sosial adalah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan masyarakat. Sebaliknya jika perkembangan ilmu pengetahuan terlambat maka justru akan masuk dalam kategori faktor penghambat perubahan sosial.

Minimnya teknologi dan pengetahuan tentu membuat perkembangan suatu lingkungan masyarakat juga menjadi tertinggal. Akibatnya perubahan sosial juga menjadi terhambat karena hal tersebut karena tidak didukung ilmu pengetahuan yang cukup.

Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain

Kurangnya interaksi juga bisa menjadi faktor pengambat terjadinya perubahan sosial. Pada hakikatnya manusia selalu berhubungan dengan manusia lain dalam lingkungan masyarakat. Jika interaksi yang dilakukan minim, tentu pola pikirnya menjadi lebih terbatas.

Kurangnya pergaulan dan interaksi dengan orang lain tentu membuat perubahan sosial kecil kemungkinan terjadi atau malah tidak terjadi sama sekali. Untuk itu orang yang sering berinteraksi dan berhubungan dengan banyak orang lebih terbuka pikirannya.

Hakikat Hidup Tiap Individu

Faktor penghambat berikutnya adalah hakikat hidup. Yang dimaksud hakikat hidup adalah kepercayaan masyarakat bahwa baik buruknya kehidupan ini telah diatur. Artinya terjadinya perubahan sosial tergantung pada tiap individu yang bersangkutan.

Jika dorongan terjadinya perubahan sosial lebih besar dari hambatannya, maka perubahan sosial akan terjadi. Sebaliknya, jika dirasa bahwa hambatan perubahan sosial lebih besar dari dorongannya, maka perubahan akan terhambat atau malah tidak akan terlaksana.

Sikap Masyarakat Tradisional

Faktor penghambat perubahan sosial yang terakhir adalah sikap masyarakat tradisional. Hal ini dikarenakan sikap masyarakat lebih memihak masa lampau karena masa tersebut merupakan masa yang penuh kemudahan menurut beberapa kelompok.

Sikap ini juga berkaitan dengan adat istiadat, kebiasaan dan sikap masyarakat tertutup. Tradisi yang berlaku sebagai warisan masa lampau tidak dapat diubah dan harus terus dilestarikan. Sikap tersebut membuat terhambatnya perubahan sosial.

Nah demikian penjelasan 10 faktor penghambat terjadinya perubahan sosial beserta contoh dan dampak yang ditimbulkan. Ada banyak faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial di kalangan masyarakat seperti yang dijelaskan di atas.

Tinggalkan komentar