13+ Perbedaan Saham dan Obligasi yang Tepat Beserta Contohnya

13+ Perbedaan Saham dan Obligasi yang Tepat Beserta Contohnya

Perbedaan saham dan obligasi – Dalam ilmu ekonomi dan pasar modal, kita mengenal istilah saham dan obligasi. Keduanya merupakan instrumen pasar modal yang bisa investasi bagi para investor. Meski begitu terdapat perbedaan saham dan obligasi yang perlu kamu ketahui.

Menurut KBBI, pengertian saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor.

Sementara pengertian obligasi adalah surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat diperjualbelikan. Istilah saham dan obligasi memang dikenal mirip, namun sebenarnya sangat berbeda satu sama lain.

(baca juga ruang lingkup ekonomi)

perbedaan saham dan obligasi

Perbedaan Saham dan Obligasi

Apa saja perbedaan saham dan obligasi? Berikut adalah beberapa poin penjelasan mengenai hal-hal yang membedakan saham dan obligasi dibahas secara lengkap.

Fungsinya

  • Saham berfungsi sebagai tanda bukti kepemilikan atas aset perusahaan dengan besaran tertentu.
  • Obligasi berfungsi sebagai tanda bukti pengakuan utang perusahaan terhadap pemilik modal dengan besaran tertentu.

Jangka Waktu

  • Saham jangka waktu penggunaannya tidak terbatas waktu.
  • Obligasi jangka waktu penggunaannya terbatas hingga tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.

Badan yang Berhak Mengeluarkan

  • Badan yang dapat mengeluarkan saham adalah perusahaan terbuka (Tbk.)
  • Badan yang dapat mengeluarkan obligasi adalah perusahaan dan pemerintah.

Besar Keuntungan yang Didapat

  • Dalam saham, besarnya dividen yang didapat tergantung besarnya laba perusahaan, sehingga penghasilan pemegang saham sulit untuk ditaksir besarannya.
  • Dalam obligasi, besarnya penghasilan pemegang obligasi tidak dipengaruhi untung rugi perusahaan.

Fluktuasi Harga

  • Harga saham fluktuatif dan sensitif terhadap kondisi ekonomi makro dan mikro.
  • Harga obligasi relatif stabil dan sensitif terhadap tingkat bunga dan inflasi.

Asal Penghasilan

  • Pemegang saham memperoleh pendapatan dari bagi hasil (dividen) keuntungan usaha dengan frekuensi yang tidak menentu.
  • Pemegang obligasi memperoleh pendapatan dari bunga yang besaran dan periodenya telah ditetapkan.

Kewajiban Badan Untuk Membayar

  • Dalam saham, badan hanya membayar jika perusahaan untung.
  • Dalam obligasi, badan wajib untuk membayar.

Sisi Perpajakan

  • Dalam saham, dividen adalah bagian laba perusahaan setelah dikenai pajak.
  • Dalam obligasi, bunga terlebih dahulu dikeluarkan sebagai biaya (tidak kena pajak).

Hak Suara Atas Perusahaan

  • Pemegang saham punya hak suara atas kebijakan perusahaan.
  • Pemegang obligasi tidak punya hak suara atas kebijakan perusahaan.

Resiko Investasi

  • Resiko investasi saham cukup besar, karena nilainya naik turun tiap saat.
  • Resiko investasi obligasi relatif kecil, baik untung atau rugi, perusahaan tetap wajib membayar bunga yang telah ditentukan.

Keuntungan Investasi

  • Dengan resiko tinggi, keuntungan yang didapat pemegang saham juga relatif tinggi.
  • Dengan resiko kecil, keuntungan yang didapat pemegang saham juga relatif kecil.

Saat Perusahaan Rugi

  • Saat perusahaan merugi, pemegang saham dapat kehilangan modal.
  • Saat perusahaan merugi, pemegang obligasi tidak dapat kehilangan modal.

Saat Perusahaan Bangkrut

  • Saat terjadi likuidasi atau perusahaan sedang bangkrut, pemegang saham memiliki klaim inferior ke bagian sisa-sisa aset setelah terlunasi.
  • Saat terjadi likuidasi atau perusahaan sedang bangkrut, pemegang obligasi memiliki hak klaim terlebih dahulu atas segala aset perusahaan.

Nah itulah pembahasan mengenai perbedaan obligasi dan saham dalam ilmu ekonomi yang dijelaskan secara detail. Semoga bisa menambah wawasan dalam ilmu ekonomi.

Tinggalkan komentar