Sejarah Pramuka Indonesia dari Lahir dan Perkembangannya Saat Ini

Sejarah Pramuka Indonesia dari Lahir dan Perkembangannya Saat Ini

Sejarah Pramuka Indonesia – Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. Pengertian pramuka merupakan gerakan pendidikan non-formal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Sejarah pramuka di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1923, namun baru resmi disahkan pemerintah pada tahun 1961.

Pramuka merupakan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga dalam bentuk kegiatan yang seru dan menyenangkan serta teratur dan terarah yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Sasaran akhirnya adalah pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur bagi tiap anggotanya.

Sistem tingkatan pramuka dimulai dari Pramuka Siaga (usia 7-10 tahun), Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun), Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) serta Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Nah kali ini akan dibahas mengenai sejarah pramuka di Indonesia, mulai dari lahirnya pramuka, proses peresmian gerakan pramuka di Indonesia hingga perkembangan gerakan pramuka Indonesia sampai sekarang.

(baca juga daftar lagu wajib nasional)

Sejarah Pramuka Indonesia

sejarah pramuka indonesia

Masa Hindia Belanda dan Pendudukan Jepang

Cikal bakal gerakan pramuka Indonesia dimulai pada tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya organisasi Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung serta Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Jakarta. Pada tahun 1926, keduanya kemudian melebur menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).

Sebelumnya juga telah didirikan Javaansche Padvinders Organisatie atas prakarsa S.P. Mangukenegara VII pada tahun 1916. Selanjutnya kian banyak organisasi kepanduan yang didirikan di era 20an yang didirikan oleh sejumlah organisasi seperti Syarikat Islam, Budi Utomo, Muhammadiyah, dan Pemuda Indonesia.

Di tahun 1928 juga didirikan Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) yang membawahi organisasi kepanduan yang telah dibentuk, yang kemudian berganti nama menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Pada masa perjuangan kemerdekaan, organisasi kepanduan pun turut ambil bagian.

Selanjutnya diadakan jambore kepanduan pertama di Indonesia dengan judul Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINO) yang dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta. Acara itu diselenggarakan oleh Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI).

Usai Belanda mundur dan Jepang menduduki Indonesia, pihak Jepang mengeluarkan peraturan untuk melarang segala organisasi rakyat, termasuk gerakan kepanduan. Meski begitu, semangat kepanduan tetap menyala karena menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.

Masa Republik Indonesia

Usai proklamasi kemerdekaan, beberapa tokoh kepanduan sepakat membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia untuk membentuk satu wadah organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia. Kongres kemudian diadakan pada tanggal tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia.

Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan “Janji Ikatan Sakti”. Pemerintah mengakuinya sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan. Masa-masa serbuan Belanda usai kemerdekaan sempat membuat gerakan kepanduan terhambat.

Usai masa mempertahankan kemerdekaan usai, diadakanlah Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950 oleh Pandu Rakyat Indonesia. Akhirnya disepakati bahwa organisasi kepanduan bebas dibentuk oleh siapa pun dari golongan mana pun. Selanjutnya pada tahun 1951 didirikan Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO).

Pada tahun 1953, IPINDO berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia. Sementara IPINDO jadi wadah kepanduan putra, maka untuk kepanduan putri dibentuklah 2 (dua) federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia).

Lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia

Pada tahun 1961, pemerintah membentuk panitia khusus untuk memperbaharui metode dan aktivitas kepanduan di Indonesia. Dbentuklah Panitia Pembantu Pelaksana Gerakan Pramuka yang anggotanya terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Azis Saleh, dan Achmadi.

Pembentukan panitia tersebut juga didasari oleh pidato presiden dan mandataris MPRS di hadapan tokoh perwakilan kepanduan di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961, yang kemudian disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Selanjutnya pada tanggal 20 Mei 1961, diterbitkan Keputusan Presiden yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

Pada tanggal 30 Juli, wakil dari tiap organisasi kepanduan yang ada di Indonsia menyatakan siap untuk melebur diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka secara nasional. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka Indonesia resmi diperkenalkan pada masyarakat. Hal ini juga ditandai dengan pelantikan Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS), Kwartir Nasional (KWARNAS) dan Kwartir Nasional Harian (KEARNARI) serta penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka. Tanggal 14 Agustus pun diperingati sebagai Hari Pramuka.

Tujuan Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka di Indonesia memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Tujuan pramuka ini ditujukan pada tiap-tiap anggota pramuka.

  • Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani.
  • Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik, dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa, dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup, dan alam lingkungan.

Nah itulah referensi sejarah pramuka Indonesia mulai cikal bakalnya, lahirnya gerakan pramuka serta perkembangannya sampai sekarang. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan mengenai sejarah pramuka di Indonesia.

Tinggalkan komentar