11+ Faktor Pendorong Perubahan Sosial Secara Eksternal dan Internal

11+ Faktor Pendorong Perubahan Sosial Secara Eksternal dan Internal

Perubahan sosial adalah perubahan pada masyarakat yang memberi dampak dan pengaruh tertentu. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial, baik itu faktor pendorong atau faktor penghambat perubahan sosial. Kali ini akan khusus dibahas mengenai faktor pendorong perubahan sosial beserta contoh dan penjelasannya.

Pengertian perubahan sosial secara umum merupakan perubahan-perubahan yang terjadi suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap sosial dan pola perilaku di antara kelompok masyarakat. Ada banyak pula bentuk-bentuk perubahan sosial.

Terdapat faktor penyebab perubahan sosial yang dikenal sebagai faktor pendorong. Faktor pendorong perubahan sosial ini pada dasarnya memiliki beberapa kondisi yang dianggap mampu membuat pola pikir dan tindakan masyarakat mengalami perubahan, baik itu faktor internal atau faktor eksternal.

Apa sajakah faktor pendorong perubahan sosial? Secara umum faktor pendorong perubahan sosial dibagi menjadi dua yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor dari sikap dan perilaku masyarakat sendiri, sementara faktor eksternal berasal dari luar masyarakat yang tidak bisa diprediksi datangnya.

(baca juga faktor pendorong globalisasi)

faktor pendorong perubahan sosial

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Ada banyak faktor-faktor pendorong perubahan sosial meliputi faktor internal atau faktor eksternal dari berbagai bidang seperti sosial, budaya, ekonomi, nilai dan sebagainya.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial Secara Internal

Faktor pendorong perubahan sosial secara internal adalah faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial yang berasal dari perubahan sikap dan perilaku masyarakat sendiri.

Sistem Pendidikan Maju

Sistem pendidikan yang maju juga mendorong terjadinya perubahan sosial. Pendidikan yang maju dapat memberikan nilai-nilai bagi siswa dalam membuka pikirannya serta menerima hal-hal baru serta cara-cara untuk berpikir secara ilmiah.

Hal ini membuat orang lebih berpikir obyektif dalam menerima kebudayaan baru. Pendidikan formal dapat membekali siswa kemampuan menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan jamannya atau tidak.

Sikap Menghargai Hasil Karya

Faktor pendorong perubahan sosial berikutnya adalah adanya sikap terbuka terhadap karya serta keinginan orang lain untuk maju. Hal ini tentu akan mendorong adanya penemuan dan inovasi baru. Nantinya inovasi-inovasi tersebut tentu akan memberi dampak perubahan sosial.

Beberapa contoh sikap menghargai adalah adanya ajang penghargaan karya seperti nobel atau sejenisnya yang mendorong para peneliti membuat karya-karya baru. Hasil karya yang jadi akan membantu manusia di bidang tertentu dan menghasilkan sebuah perubahan sosial.

Sistem Masyarakat Terbuka

Di era modern, terdapat sistem masyarakat terbuka atau dikenal juga sebagai open stratification. Hal ini akan memungkinkan adanya gerak vertikal yang luas yang berarti memberi kesempatan bagi individu-individu untuk maju berdasar kemampuannya.

Hal ini juga berkaitan dengan lapisan dan strata yang ada di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa semakin terbuka sistem lapisan masyarakat semakin besar peluang untuk melakukan perubahan-perubahan yang tentunya menuju ke arah yang lebih baik.

Orientasi ke Masa Depan

Sikap berorientasi pada masa depan juga menjadi faktor pendorong perubahan sosial. Adanya sikap ini tentu membuat manusia selalu optimis dan berkembang. Hal ini mendorong terjadinya perubahan sosial agar manusia menjadi lebih baik.

Selain itu juga, orientasi pada masa depan akan mendorong masyarakat untuk mengedepankan sikap-sikap terbuka untuk menerima dan menyesuaikan nilai sosial berdasarkan pada perkembangan budaya global yang juga menjadi ciri-ciri globalisasi di era modern ini.

Tingginya Toleransi Perubahan

Tingginya rasa toleransi masyarakat juga menjadi faktor pemicu perubahan sosial. Toleransi adalah sikap saling menghargai perbedaan dan terbuka pada hal dan kebudayaan lain. Artinya masyarakat lebih menerima adanya kebudayaan baru yang berbeda.

Adanya sikap toleransi tentu membuat perubahan sosial lebih mudah terjadi. Toleransi pun bisa diwujudkan pada berbagai aspek dari mulai suku, ras, agama dan kebudayaan lain.

Ketidakpuasan pada Bidang Tertentu

Salah satu yang juga termasuk faktor pendorong perubahan sosial adalah adanya ketidakpuasan pada bidang-bidang tertentu. Hal ini mampu menimbulkan contoh perubahan sosial, baik yang positif maupun yang negatif juga. Adanya perubahan dilatarbelakangi oleh rasa ketidakpuasan terhadap situasi dan kondisi saat itu.

Contoh ketidakpuasan pada bidang tertentu adalah protes masyarakat atas kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan yang tentu akan menimbulkan perubahan di bidang tersebut.

Komposisi Penduduk Heterogen

Komposisi penduduk yang heterogen tentu juga mendorong terjadinya perubahan sosial. Yang dimaksud heterogen adalah penduduk yang beragam latar belakanganya baik dari segi suku, budaya, ras, etnis, agama, bahasa, status sosial dan sebagainya.

Hal ini membuat penduduk heterogen memiliki kesempatan Iebih besar untuk melakukan kontak budaya dengan masyarakat lain. Meski juga bisa menimbulkan perubahan sosial yang negatif, namun bisa juga menghasilkan perubahan sosial yang arahnya positif.

Memudahkan Kehidupan Manusia

Salah satu faktor pendorong perubahan sosial berikutnya adalah adanya nilai-nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya. Kebutuhan manusia memang tidak ada habisnya dan terus berkembang dan bertambah dari masa ke masa.

Tugas manusia adalah untuk terus berusaha untuk memudahkan pemenuhan kebutuhannya. Adanya nilai-nilai hidup serta keyakinan yang semacam itu menyebabkan kehidupan manusia menjadi dinamik, dan adanya dinamisasi kehidupan inilah sehingga perubahan-perubahan sosial budaya dapat berlangsung.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial Secara Eksternal

Faktor pendorong perubahan sosial secara eksternal adalah faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial yang berasal dari luar masyarakat dan bisa datang sewaktu-waktu.

Kontak Budaya Lain

Salah satu faktor pendorong perubahan sosial yang utama adalah adanya kontak kebudayaan lain. Jika suatu kelompok masyarakat dengan tipe kebudayaan tertentu memiliki sikap terbuka dengan kebudayaan lain, maka akan terjadi sebuh kontak budaya.

Melalui kontak budaya lain inilah kemudian terjadilah proses penyampaian informasi tentang gagasan, ide, keyakinan dan hasil-hasil budaya yang berupa fisik. Perpaduan budaya-budaya tentu akan menghasilkan sebuah perubahan sosial budaya di kalangan masyarakat.

Bencana Alam

Salah satu faktor eksternal pendorong perubahan sosial adalah terjadinya bencana alam. Baik itu bencana gempa bumi, gunung meletus atau tsunami, entah itu bencana dengan skala besar atau kecil, tentu akan menimbulkan terjadinya perubahan sosial.

Perubahan sosial yang terjadi tentu berupa kemunduran, bisa berupa relokasi penduduk, perubahan profesi penduduk hingga perubahan sosial lainnya. Tak dipungkiri jika bencana alam akan menjadi faktor penyebab perubahan sosial.

Peperangan

Faktor pendorong perubahan sosial secara eksternal terakhir adalah terjadinya peperangan. Di era modern memang jarang ditemui peperangan, hanya di beberapa negara saja seperti Timur Tengah. Namun faktanya peperangan akan mendorong terjadinya perubahan sosial.

Adanya peperangan menyebabkan perubahan di banyak bidang dari mulai ekonomi, pendidikan, politik, sosial, budaya, kesehatan, agama dan lain-lain. Perang memberi dampak besar bagi penduduk yang wilayahnya dijadikan sebagai medan perang.

Nah demikian penjelasan 11 faktor pendorong terjadinya perubahan sosial beserta contoh dan dampak yang ditimbulkan. Ada banyak faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial di kalangan masyarakat seperti yang dijelaskan di atas.

Tinggalkan komentar