10 Faktor Penyebab Inflasi di Indonesia Beserta Penjelasannya [Lengkap]

10 Faktor Penyebab Inflasi di Indonesia Beserta Penjelasannya [Lengkap]

Faktor penyebab inflasi di Indonesia – Apa itu inflasi? Secara umum, pengertian inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus yang berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar atau bahkan spekulasi lainnya.

Sementara menurut KBBI, arti inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Singkatnya, definisi inflasi adalah menurunnya nilai mata uang sehingga menyebabkan harga barang meningkat.

Ada beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat inflasi sebuah negara, di antaranya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Deflator Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Terdapat beberapa faktor-faktor penyebab inflasi, baik faktor internal atau faktor eksternal.

(baca juga fungsi uang)

penyebab inflasi di indonesia

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Berikut ini akan dijelaskan penyebab inflasi di Indonesia meliputi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi di Indonesia beserta penjelasannya.

1. Inflasi karena Permintaan (Demand Pull Inflation)

Penyebab inflasi bisa disebabkan karena permintaan atau dikenal juga sebagai demand pull inflation. Hal ini dipengaruhi oleh adanya daya tarik masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang kuat, besar dan bahkan cenderung berlebihan.

Dikarenakan keinginan masyarakat akan suatu barang menjadi besar, maka permintaan barang tersebut juga menjadi sangat besar pula. Sementara penawaran barang yang tersedia masih tetap sama. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab harga barang menjadi naik dan terjadilah inflasi.

2. Inflasi karena bertambahnya uang yang beredar (Quantity Theory Inflation)

Faktor penyebab terjadinya inflasi berikutnya adalah bertambahnya uang yang beredar. Teori ini disebut sebagai quantity theory inflation. Hal ini terjadi karena jumlah uang yang dicetak dan beredar di masyarakat lebih banyak daripada biasanya.

Pertambahan uang yang beredar akan menyebabkan harga barang menjadi lebih mahal, karena nilai uang menjadi tereduksi. Untuk itulah pemerintah harus memperhatikan jumlah uang yang beredar dan tidak sembarangan mencetak uang baru.

3. Inflasi karena kenaikan biaya produksi (Cost Push Inflation)

Faktor penyebab inflasi berikutnya adalah ketika adanya kenaikan biaya produksi atau yang bisa dikenal sebagai cost push inflation. Hal ini disebabkan adanya dorongan kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus.

Adanya kenaikan biaya produksi tersebut secara otomatis akan membuat produsen untuk menaikkan harga produksi pula. Produsen tidak punya pilihan lain selain menaikkan harga karena jika tidak ia akan rugi. Akibatnya juga akan langsung berdampak pada harga barang yang naik di pasaran.

4. Inflasi campuran (Mixed Inflation)

Berikutnya ada teori mixed inflation atau inflasi campuran. Inflasi campuran terjadi karena gabungan adanya kenaikan penawaran dan permintaan. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Inflasi ini sulit diatasi ketika kenaikan persediaan suatu barang lebih tinggi dari permintaan.

Ketika permintaan terhadap suatu barang bertambah akan menyebabkan penyediaan barang dan faktor produksi menjadi turun. Sementara barang pengganti bersifat terbatas atau malah tidak ada sama sekali. Keadaan yang tidak seimbang akan menyebabkan harga barang menjadi naik.

5. Inflasi karena struktural ekonomi yang kaku (Structural Theory Inflation)

Faktor-faktor penyebab inflasi di Indonesia selanjutnya adalah dikarenakan struktural ekonomi yang kaku atau dikenal juga sebagai structural theory inflation. Penyebab inflasi ini juga dipengaruhi oleh percepatan pertumbuhan penduduk selaku konsumennya.

Penjelasan inflasi ini adalah ketika produsen tidak bisa mencegah dengan cepat kenaikan permintaan yang dikarenakan oleh pertumbuhan penduduk suatu negara. Akhirnya permintaan sulit dipenuhi saat ada pertumbuhan jumlah penduduk.

6. Inflasi Ekspetasi (Excpected Inflation)

Berikutnya ada juga inflasi ekspetasi atau expected inflation sebagai salah satu penyebab inflasi. Lebih detailnya, hal ini bisa terjadi karena diakibatkan dari perilaku masyarakat yang berpendapat bahwa kondisi ekonomi di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik lagi.

Harapan masyarakat akan kondisi ekonomi di masa yang akan datang juga bisa menyebabkan terjadinya inflasi permintaan atau juga inflasi biaya produksi. Berbeda dari penyebab inflasi lainnya, inflasi ekspetasi cukup sulit dideteksi karena kejadiannya tidak terlalu signifikan.

7. Adanya fluktuasi dari luar negeri 

Penyebab terjadinya inflasi tidak hanya dari ekonomi dalam negeri saja, tapi juga bisa dipengaruhi faktor eksternal ketika ada fluktuasi dari luar negeri. Keadaan ekonomi global sangat berpengaruh akan terjadinya inflasi di suatu negara, termasuk juga di Indonesia.

Hal ini juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi internasional termasuk jumlah ekspor dan impor, investasi asing di dalam negeri, jumlah tabungan serta jumlah penerimaan negara yang terus mengalami penurunan. Jika tidak diatasi, inflasi akibat fluktuasi luar negeri dapat menyebabkan krisis ekonomi pula.

8. Adanya dinamika politik dan pemerintahan

Terjadinya inflasi juga tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi saja, tapi juga bisa disebabkan faktor non-ekonomi, misalnya seperti politik. Inflasi di Indonesia juga bisa diakibatkan adanya dinamika dan kekacauan politik dalam negeri.

Kondisi kekacauan politik dalam negeri dapat memicu para produsen untuk sengaja menaikkan harga barang dan jasa. Hal ini terjadi karena beberapa sebab misalnya sebagai langkah sebelum kerusuhan yang mungkin bisa ditimbulkan sehingga juga berdampak pada ekonomi dan inflasi.

9. Adanya kenaikan BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL)

Salah satu penyebab inflasi yang paling umum di kalangan masyarakat menengah ke bawah adalah karena adanya kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Baik BBM atau TDL memang sangat penting dalam proses produksi, baik secara langsung atau tidak langsung.

BBM penting untuk transportasi dalam produksi, begitu pula kebutuhan listrik yang tentu akan sangat dibutuhkan dalam produksi. Jika harga BBM atau TDL naik, maka otomatis biaya produksi tentu akan naik pula. Dan tentunya hal ini berakibat pada naiknya harga barang atau jasa yang dijual di pasaran.

10. Adanya pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan

Penyebab inflasi berikutnya adalah ketika pengeluaran agregat suatu perusahaan yang melebihi kemampuan. Dalam hal ini, tingkat kemampuan agregat merupakan jumlah seluruh pengeluaran perusahaan. Penyebab ini hanya berlaku dalam konteks barang produksi suatu perusahaan saja.

Jika kemampuan yang dikeluarkan perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa melebihi kemampuan yang dimiliki perusahaan, maka hal tersebut tentunya akan menyebabkan harga barang yang diproduksi menjadi naik jika perusahaan tetap ingin mendapatkan keuntungan.

Nah itulah penjelasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi di Indonesia dijelaskan secara lengkap. Inflasi memang bisa terjadi di sebuah negara. Untuk itu pemerintah harus berupaya untuk mengontrol inflasi agar dampak inflasi bisa diminimalisir.

Tinggalkan komentar