3 Alat Ukur Intensitas Cahaya Beserta Fungsi dan Cara Penggunaannya

3 Alat Ukur Intensitas Cahaya Beserta Fungsi dan Cara Penggunaannya

Kali ini akan diulas tentang 3 alat ukur intensitas cahaya beserta fungsi dan bagaimana cara penggunaannya. Pengertian intensitas cahaya adalah besaran pokok fisika untuk mengukur daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut. Satuan SI dari intensitas cahaya adalah Candela (Cd).

Dalam bidang optika dan fotometri (fotografi), kemampuan mata manusia hanya sensitif dan dapat melihat cahaya dengan panjang gelombang tertentu (spektrum cahaya tampak) yang diukur dalam besaran pokok ini.

Sedangkan cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak.

Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Cahaya juga memiliki banyak karakter seperti kecepatan cahaya, intensitas cahaya, panjang gelombang, dan juga frekuensi gelombang.

Cahaya bisa diukur dengan sebuah alat pengukur cahaya, dengan menggunakan alat pengukur intensitas cahaya, maka kita dapat menetahui tingkat pencahayaan pada ruangan. Hal ini sangatpenting dalam berbagai bidang misalnya bidang fotografi dan entertainment.

Ada beberapa jenis jenis alat ukur cahaya yang bisa digunakan untuk mengukur intensitas cahaya. Diantaranya adalah lux meter/lighmeter, ganiofotometer dan spektrofotometer. Ketiga alat ukur intensitas cahaya ini memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda beda. Yang paling sering dan umum digunakan adalah luxmeter.

(baca juga alat ukur massa)

Alat Ukur Intensitas Cahaya

Lalu apa saja macam macam alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya? Langsung saja simak berikut ini daftar 3 alat ukur intensitas cahaya lengkap beserta fungsi, cara penggunaan dan penjelasannya.

1. Lighmeter / Lux Meter

alat ukur intensitas cahaya

Lighmeter adalah salah satu alat ukur intensitas cahaya yang banyak digunakan. Dalam dunia fotografi, light meter sering digunakan untuk menentukan eksposur yang tepat untuk sebuah foto.

Biasanya light meter akan mencakup rangkaian elektronik digital atau analog, yang memungkinkan fotografer menentukan shutter speed dan f-number yang harus dipilih untuk pemaparan optimal, mengingat situasi pencahayaan dan kecepatan film tertentu.

Bagian-bagian Lux Meter :

  • Layar panel : Untuk menampilkan hasil pengukuran
  • Tombol Off/On : Sebagai tombol untuk menyalakan atau mematikan alat
  • Tombol Range : Tombol kisaran ukuran
  • Zero Adjust VR : Sebagai pengkalibrasi alat (bila terjadi error)
  • Sensor cahaya : Alat untuk mengkoreksi/mengukur cahaya.

Sebagai alat ukur intensitas cahaya, lighmeter juga digunakan di bidang sinematografi, untuk mengetahui tingkat cahaya optimal untuk sebuah adegan. Lighmeter digunakan di bidang umum desain pencahayaan arsitektural untuk memverifikasi pemasangan dan kinerja sistem pencahayaan bangunan yang tepat dan dalam menilai tingkat cahaya untuk menanam tanaman.

Beberapa teknik yang digunakan oleh lightmeter, yaitu Spot Metering, Avarage Metering, Center-weighted Metering dan Matrix Metering. Kini lux meter sudah tersedia versi digitalnya sehingga lebih mudah dalam penggunaannya karena setelah anda meletakkan sensornya, maka otomatis lux meter akan menampilkan besarnya intensitas cahaya pada layar digital yang ada.

Cara kerja lighmeter/luxmeter adalah dengan mengubah energi dari foton menjadi elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Cahaya akan menyinari sel foto yang kemudian akan ditangkap oleh sensor sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan pun semakin besar.

2. Ganiofotometer

alat ukur intensitas cahaya

Alat ukur intensitas cahaya selanjutnya adalah Goniophotometer. Goniophotometer adalah alat yang digunakan untuk pengukuran cahaya yang dipancarkan dari benda pada sudut yang berbeda.

Penggunaan goniophotometers telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan diperkenalkannya sumber lampu LED, yang sebagian besar mengarahkan sumber cahaya, di mana distribusi spasial cahaya tidak homogen.

Jika sumber cahaya homogen dalam distribusi cahaya, itu disebut sumber Lambertian. Karena peraturan yang ketat, distribusi cahaya secara spasial sangat penting untuk pencahayaan otomotif dan desainnya.

Alat ukur intensitas cahaya ini banyak digunakan dalam industri otomotif . Ganiofotometer bisa digunakan untuk mengukur distribusi intensitas, fluks cahaya, koordinat warna dan temperatur warna

3. Spektrofotometer

alat ukur intensitas cahaya

Spektrofotometer adalah alat ukur intensitas cahaya pada panjang gelombang tertentu yang melewati sebuah materi. Spektrofotometer ini mengukur jumlah cahaya berdasarkan interaksi antara materi dengan cahaya yang ditembakkan.

Cahaya tersebut bisa berupa inframerah, ultra violet, dan cahaya tampak sedangkan materi berupa atom atau molekul, biasanya dari bahan kaca atau kuarsa. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan.

Nilai absorbansi dari cahaya yang diserap sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet. Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer single-beam dan spektrofotometer double-beam.

Perbedaan kedua jenis spektrofotometer tersebut hanya pada pemberian cahaya, di mana pada single-beam, cahaya hanya melewati satu arah sehingga nilai yang diperoleh hanya nilai absorbansi dari larutan yang dimasukan.

Berbeda dengan single-beam, pada spektrofotometer double-beam, nilai blanko dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam satu kali proses yang sama.

Prinsipnya adalah dengan adanya chopper yang akan membagi sinar menjadi dua, dimana salah satu melewati blanko (reference beam) dan yang lainnya melewati larutan (sample beam).

Dari kedua jenis spektrofotometer tersebut, spektrofotometer double-beam memiliki keunggulan lebih dibanding single-beam, karena nilai absorbansi larutannya telah mengalami pengurangan terhadap nilai absorbansi blanko. Selain itu, pada single-beam ditemukan juga beberapa kelemahan seperti perubahan intensitas cahaya akibat fluktuasi voltase.

Demikianlah informasi mengenai macam macam alat ukur intensitas cahaya beserta fungsi dan cara penggunaannya. Simak juga artikel alat ukur waktu. Sekian info kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita semua.

Tinggalkan komentar